Di tahun 2026 ini, pasar smartphone mid-range makin brutal. Infinix kembali melempar dadu dengan Infinix Note 50 Pro, sebuah perangkat yang di atas kertas terlihat “too good to be true” untuk harganya. Layar 144Hz, frame metal, dan embel-embel “Pro”.
Tapi sebagai teknisi yang lebih percaya data daripada brosur marketing, saya tidak mudah terkesan. Apakah chipset “Ultimate” di dalamnya sanggup mengangkat layar 144Hz itu? Atau ini hanya bottleneck yang dibungkus casing cantik? Mari kita bedah unitnya sampai ke tulang-tulangnya.
Desain & Build Quality: Akhirnya, Metal!
Satu hal yang harus saya akui: Infinix akhirnya mendengar keluhan kita. Note 50 Pro meninggalkan plastik polikarbonat murah dan beralih ke Aerospace-Grade Aluminum frame.
Saat dipegang, terasa dingin, solid, dan rigid. Tidak ada flexing saat ditekan di bagian tengah—penyakit lama seri Note sebelumnya. Dengan ketebalan hanya 7.3mm, ini adalah salah satu chassis paling efisien yang pernah mereka buat. Plus, sertifikasi IP64 sudah hadir. Bukan IP68 memang, tapi cukup untuk menahan cipratan air saat Anda push rank di warkop yang lembap.
Layar: 144Hz di Kelas Mid-Range?
- Panel: AMOLED 6.78 inci
- Refresh Rate: 144Hz (Adaptive)
- Touch Sampling: 360Hz
Di sinilah letak keraguan awal saya. 144Hz itu berat. Untuk GPU kelas menengah, merender 144 frame per detik adalah siksaan. Namun, untuk penggunaan harian (scrolling, navigasi UI), animasinya memang sangat fluid.
Catatan Kritis: Saat saya tes dengan refresh rate counter, layarnya agresif turun ke 60Hz saat diam untuk hemat baterai. Warna hitamnya pekat khas AMOLED, dengan peak brightness 1300 nits. Cukup terang untuk dipakai di bawah matahari jam 12 siang.
Performa: Menguliti Helio G100 Ultimate
Infinix menamai chipsetnya MediaTek Helio G100 Ultimate. Terdengar garang? Jangan tertipu nama.
Secara arsitektur, ini masih berbasis fabrikasi 6nm yang mirip dengan G99, namun dengan clock speed CPU dan frekuensi GPU yang diperas habis-habisan (overclock pabrikan).
Benchmark Sintetis:
- AnTuTu v10: ~430.000 – 440.000 poin.
- Storage: UFS 2.2 (Sayang sekali belum UFS 3.1, ini akan terasa saat loading map game berat seperti Genshin Impact).
Gaming Test (Real World)
Karena ini untuk MelekTekno, kita fokus ke performa game.
- Mobile Legends (MLBB):
- Setting: Ultra/120fps (Terbuka).
- Hasil: Stabil di 115-120 FPS. Chipset ini sangat optimal untuk game MOBA. Suhu terjaga di 38°C setelah 3 match berturut-turut.
- Rekomendasi: HP sudah kencang, sayang kalau skin masih polos. Buat yang mau pamer skin Legend saat war, bisa cek Top Up Mobile Legends Murah langsung di MelekTekno. Proses detik, harga kawan.
- PUBG Mobile:
- Setting: Smooth – Extreme (60fps). Belum tembus 90fps secara native.
- Hasil: Gyroscope hardware-nya responsif, tidak ada delay. Frame stabil, tapi jangan harap main rata kanan.
- Rekomendasi: Kalau UC kurang buat gacha skin senjata terbaru, langsung gas Top Up PUBG Mobile di sini biar aim makin pede.
- Genshin Impact:
- Setting: Lowest – 60fps.
- Hasil: Disinilah batasnya. Rata-rata dapat 35-42 FPS. Saat combat ramai elemental burst, frame drop ke 28 FPS.
- Analisa: GPU Mali-G57 MC2 di dalamnya sudah struggling untuk merender open world seberat ini.
Baterai & Manajemen Daya: Fitur Wajib Gamer
Inilah fitur favorit saya yang jarang dibahas reviewer “gedung”: Bypass Charging 2.0.
Infinix Note 50 Pro membawa baterai 5200mAh dengan charging 90W. Tapi yang krusial adalah fitur Bypass-nya. Anda bisa mencolok charger saat main game, dan daya akan langsung masuk ke mainboard tanpa melewati baterai.
Efeknya?
- Suhu turun drastis (karena baterai tidak di-charge saat main).
- Health baterai awet bertahun-tahun.
- Tidak ada throttling akibat panas baterai. Sebagai engineer yang peduli efisiensi termal, fitur ini adalah selling point utama dibanding kompetitor yang cuma jual kamera.
Kamera: 50MP dengan OIS
Singkat saja karena kita bukan fotografer wedding. Kamera utamanya 50MP dan sudah ada OIS (Optical Image Stabilization).
- Foto Siang: Tajam, saturasi agak di-boost (khas selera pasar).
- Video: Stabil berkat OIS + EIS di 1080p 60fps. Cukup untuk konten TikTok/Reels tanpa perlu gimbal tambahan.
Software: XOS 15 (Perlu Bersih-bersih)
XOS 15 berbasis Android 15 memang kaya fitur, tapi juga kaya “sampah”. Banyak notifikasi dari aplikasi bawaan (Palm Store, AHA Games). Saran Saya: Begitu beli, langsung uninstall atau disable semua bloatware lewat ADB atau pengaturan. Setelah bersih, UI-nya enteng dan gesit.
Kesimpulan: Untuk Siapa HP Ini?
Infinix Note 50 Pro adalah “monster” efisiensi untuk budget terbatas.
- Beli Jika: Anda gamer kompetitif (MLBB/FF/PUBG) yang butuh layar responsif, giroskop mantap, dan fitur Bypass Charging untuk grinding berjam-jam.
- Jangan Beli Jika: Anda berharap main Genshin Impact rata kanan atau butuh koneksi 5G (ini varian 4G).
Jangan lupa, performa HP kencang butuh dukungan “amunisi” yang cukup. Untuk urusan top up game yang aman, cepat, dan terpercaya, selalu andalkan MelekTekno.id.
Skor MelekTekno: 8.5/10 (Poin plus besar untuk Build Quality Metal & Bypass Charging)











